Jam 11 malam. Lampu kamar udah redup, HP masih di tangan, tapi isinya cuma di-scroll tanpa benar-benar dibaca. Badan capek. Harusnya tinggal tidur.
Tapi sebelum itu, kepikiran satu hal.
Cuma momen kecil tadi siang. Nggak penting-penting banget. Tapi entah kenapa keinget lagi.
“Gue tadi ngomongnya aneh ga ya?”
Awalnya cuma lewat. Lalu muncul lagi. Diputar ulang. Dan tanpa sadar, hal kecil itu mulai terasa lebih besar dari yang seharusnya.
Kenapa Hal Sepele Bisa Kepikiran Terus?
Kalau dipikir pakai logika, harusnya hal kayak gitu gampang dilepas. Tapi masalahnya, otak kita nggak selalu kerja pakai logika.
Otak itu punya kebiasaan aneh. Dia nggak suka sesuatu yang setengah jadi. Kalau ada hal yang nggak jelas, nggak selesai, atau terasa nanggung, dia bakal coba lengkapi sendiri. Dan seringnya, yang dilengkapi itu bukan versi paling santai.
Kenapa Ceritanya Selalu Jadi Negatif?
Misalnya ada orang bales chat lebih singkat dari biasanya. Harusnya bisa aja karena dia lagi sibuk, atau lagi capek. Tapi di kepala kita, ceritanya bisa langsung beda.
“Dia kesel ya?”
“Gue salah ngomong?”
“Jangan-jangan dia ilfeel…”
Padahal belum tentu juga. Tapi karena dipikir terus, rasanya jadi nyata.
Kita Terlalu Lama di Kepala Sendiri
Yang bikin makin dalam, semua ini kejadian sendirian. Nggak ada yang ngecek, nggak ada yang ngejawab. Cuma kita dan pikiran kita sendiri.
Dan semakin lama diputer, semakin terasa masuk akal. Padahal bisa jadi, dari awal juga cuma asumsi.
Kenapa Ini Sering Terjadi di Malam Hari?
Karena malam itu sepi. Nggak ada distraksi, nggak ada kerjaan, nggak ada yang nutupin suara di kepala.
Siang hari kita sibuk. Ada notifikasi, ada orang, ada hal lain yang narik perhatian. Malam beda. Lebih tenang, dan justru karena itu pikiran jadi lebih kedengeran.
Hal kecil yang siang tadi lewat gitu aja, malam bisa terasa lebih serius.
Kadang kita langsung mikir, “Kenapa gue gini banget sih?” Padahal belum tentu.
Ini bukan soal lebay. Ini lebih ke otak yang lagi kerja terlalu rajin. Dia lagi ngecek ulang kejadian, nyusun kemungkinan, mencoba memahami situasi.
Cuma ya… kadang kebablasan.
Jadi Harus Gimana?
Nggak harus langsung berhenti mikir, karena itu susah. Tapi mungkin bisa mulai dari hal sederhana.
Sadarin dulu.
“Oh… ini gue lagi kepikiran sesuatu yang belum tentu bener.”
Kadang cukup sampai situ. Nggak semua pikiran harus dipercaya, dan nggak semua skenario harus diikuti.
Penutup
Balik lagi ke malam tadi. Setelah cukup lama muter di kepala, akhirnya tidur juga.
Dan besok paginya? Hal yang semalam terasa besar itu jadi biasa aja. Nggak sepenting yang sempat dipikirin.
Dan mungkin itu yang sering kita lupa. Bahwa nggak semua yang terasa berat di kepala benar-benar berat di dunia nyata.
Kadang cuma otak yang lagi aktif.
Masuk Logika, Ya?

